Kersen Peneduh

Mencari pohon peneduh yang ramping untuk halaman depan rumahku yang tidak terlalu luas... kira-kira pohon/tanaman apa yah???

Pernah coba menanam pohon kelengkeng, seperti yang ditanam oleh tetangga sebelah rumahku, ternyata tidak berhasil & pohonnya mati. Pikir punya pikir lagi ... akhirnya ketika sedang pergi keluar rumah, kulihat banyak terdapat pohon kersen yang ditanam di pinggir jalan raya. Dan ketika melihat lebih dekat pohon kersen tersebut disuatu taman tempat dimana aku memarkirkan mobilku, terbayang memiliki pohon kersen sebagai pohon peneduh di halaman depan rumah.

Bentuknya yang ramping & seperti payung, semakin membulatkan tekadku untuk menanam pohon tsb. Selain itu, pohon kersen terkenal bandel & mudah dalam pemeliharaan.Akhirnya berhasil juga aku menanam pohon kersen di dalam halaman depan rumahku, hasil pemberian bibit dari teman istriku. Malah buah hasil dari pohon kersen yang kutanam termasuk buah yang "super" karena mempunyai ukuran yang lumayan besar dibandingkan buah kersen yang banyak ditemui dipinggir jalan.

Mungkin karena pohon kersen dipinggir jalan "minim" pemeliharaan sehingga buahnya "biasa-biasa" saja. Selain itu, "mungkin" karena halaman dalam depan rumahku merupakan "kuburan" dari beberapa hewan peliharaan kami, seperti: hamster & ikan peliharaanku, jadi sebagai pupuk alami penyubur tanaman yg ada disitu ... he, he, he... :)

Kersen atau Talok (muntingia calabura L.) adalah sejenis pohon perdu yang memiliki buah kecil & manis berwarna merah cerah. Tinggi pohon ini bisa mencapai 12 meter, meski umumnya hanya sekitar 3-6 meter saja. Pohon ini akan hijau "abadi" dan terus menerus berbunga dan berbuah sepanjang tahun.Cabang-cabangnya mendatar & menggantung di ujungnya, membentuk naungan yang rindang seperti payung. Ranting-rantingnya berambut halus bercampur dengan rambut kelenjar, demikian pula daunnya. Daunnya terletak mendatar, berseling, helaian daun tidak simetris, bundar telur lanset, tepinya bergerigi, berujung runcing, sisi bawah berambut kelabu rapat, dan bertangkai pendek

Buah kersen bertangkai panjang, bulat hampir sempurna, diameter 1-1,5 cm, berwarna hijau kuning dan akhirnya merah apabila masak, bermahkota sisa tangkai putik yang tidak rontok serupa bintang hitam bersudut lima. Berisi beberapa ribu biji yang kecil-kecil, halus, putih kekuningan; terbenam dalam daging dan sari buah yang manis sekali. Selain itu, buah kersen juga dapat digunakan untuk obat penyakit asam urat dan diabetes. Buah ini juga dapat dijadikan selai.

Burung-burung pemakan buah, seperti kelompok merbah dan burung cabe, sering mengunjungi pohon ini di waktu siang untuk memakan buah atau sari buahnya yang manis. Di waktu hari gelap, berganti aneka jenis kelelawar pemakan buah yang datang dengan tujuan yang sama. Biji kersen tidak tercerna oleh burung dan kelelawar, karena itu kedua kelompok hewan ini sekaligus berfungsi sebagai pemencar bijinya.

Pohon kersen khususnya berguna sebagai pohon peneduh di pinggir jalan. Pohon kecil ini awalnya sering tumbuh sebagai semai liar di tepi jalan, selokan, atau muncul di tengah retakan tembok lantai atau pagar, dan akhirnya tumbuh dengan cepat & membesar sebagai pohon peneduh. Sebab itulah pohon kersen acapkali ditemukan di wilayah perkotaan yang ramai dan padat, di tepi trotoar dan lahan parkir, di tepi sungai yang tidak terurus atau di tempat-tempat yang biasa kering berkepanjangan.

Kayu kersen lunak dan mudah kering, sangat berguna sebagai kayu bakar. Kulit kayunya yang mudah dikupas digunakan sebagai bahan tali dan kain pembalut. Daunnya dapat dijadikan semacam teh. Karena sifat-sifat dan daya tahannya itu, kersen menjadi salah satu tumbuhan pionir yang paling banyak dijumpai di wilayah hunian manusia di daerah tropis.

0 comments:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...