Hamster Kesayanganku

Hamster... hmmm... hewan kecil yang lucu, imut, mudah dalam pemeliharaan & bersahabat dengan manusia. Tetapi tidak demikian bagi beberapa orang. Beberapa orang memang ada yang merasa jijik dengan yang namanya hamster. Memang, bentuk hamster hampir mirip dengan tikus. Tetapi yang membedakan hanya pada ekor & wajahnya, tepatnya moncongnya. Tikus memiliki panjang ekor yang kira² hampir sama dengan panjang badannya. Sedangkan hamster memiliki ekor yang sangat pendek, "hampir²" tidak kelihatan karena tertutup oleh bulunya yang lebat. Selain itu, tikus memiliki moncong yang panjang & runcing, sedangkan hamster moncongnya tidak terlalu panjang & memiliki wajah yang lucu & agak memelas, seperti bisa dilihat pada foto diatas.

Hamster merupakan salah satu hewan kesayangan & teman bermain bagi keluarga saya, baik istri & anak² saya. Walaupun awalnya istri saya tidak "menyukai" hamster, tetapi setelah dibujuk² & dirayu² akhirnya istri saya mulai "berlatih" untuk memegang & bermain dengan hamster, yang pada akhirnya istri saya jadi sayang juga dengan hamster. Karena hamster sebenarnya hewan bersih & "jarang" membawa penyakit yang berbahaya bagi manusia.


Hamster adalah hewan malam atau biasa disebut nocturnal, yaitu hewan yang beraktivitas pada malam hari. Hamster sebenarnya memang satu ordo dengan tikus karena mereka sama² dikategorikan sebagai hewan pengerat, yaitu hewan yang memiliki gigi depan yang selalu tumbuh dan harus diasah dengan menggerigiti sesuatu. Hamster hampir terdapat diberbagai belahan dunia dengan berbagai macam jenisnya. Tetapi di Indonesia hanya 4 jenis hamster yang umum dipelihara & dikenal, yaitu:

1. Hamster Campbell (phodopus campbelli), yang berasal dari daerah Tuva, yang terletak antara Tiongkok dan Rusia. Jenis ini kurang cocok dipelihara bagi anak² karena sifat "usil"nya yang kadang² suka menggigit dengan giginya yang panjang & tajam seperti mata pisau. Hamster ini memiliki varian jenis & warna yang cukup banyak, sehingga saya tidak hafal & terlalu panjang untuk dijelaskan disini.

2. Hamster Winter White (phodopus sungorus), yang berasal dari daerah Siberia. Hamster ini relatif lebih jinak. Seandainyapun menggigit, bekas gigitannya tidak akan separah gigitan yang ditimbulkan oleh hamster Campbell. Disebut Winter White, karena bulunya akan berubah warna menjadi putih ketika cuaca dingin. Varian jenis & warna hamster sebenarnya hanya ada 3, yaitu: Normal (atau kadang disebut sebagai Tiger), Sapphire, dan Pearl.
3. Hamster Roborovski (phodopus roborovskii), yang berasal dari daerah Gurun Gobi, yang merupakan padang pasir antara Mongolia dan Tiongkok Utara. Hamster ini kurang cocok untuk dipelihara oleh pemula karena paling cepat larinya sehingga hamster ini banyak dipergunakan dalam lomba balap hamster, dan merupakan hamster yang paling kecil (mini) ukuran badannya. Hamster ini ada 2 jenis, yaitu: Normal Face (NF) & White Face (WF).

4. Hamster Syrian atau Suriah (mesocricetus auratus), yang berasal dari daerah Suriah di Timur Tengah. Hamster ini merupakan hamster yang pertama kali masuk dan dikenal di Indonesia, serta memiliki ukuran tubuh yang paling besar diantara ketiga jenis hamster sebelumnya. Terdapat 2 varian jenis bulu yang dikenal di Indonesia, yaitu: Short Hair & Long Hair.



Selain keempat jenis hamster diatas, masih ada beberapa jenis hamster yang tidak termasuk dari keempat jenis hamster diatas, yang sering disebut sebagai jenis hamster Hybrid, yaitu hamster yang lahir dari hasil silangan antar hamster jenis yang satu dengan jenis yang lainnya.

Cara memelihara hamster pun sangat mudah. Menurut saya, yang perlu diperhatikan dalam memelihara hamster adalah :
  1. Hamster merupakan binatang Omnivora (pemakan segala) tetapi makanan utamanya adalah kombinasi beberapa jenis biji²an & beberapa jenis sayuran, khususnya kuaci biji bunga matahari. Sayuran yang biasa saya berikan adalah wortel atau taoge yang tidak cepat membuat kandang hamster berbau pesing akibat kencingnya, dibandingkan sayuran berwarna hijau atau putih lainnya.
  2. Hamster harus cukup minum, jika tidak maka dia akan mencari cairan dengan memangsa pasangannya atau anak²nya.
  3. Hamster tidak boleh basah & dijemur dibawah sinar matahari secara langsung yang dapat mengakibatkan kematian. Jadi sebenarnya hamster tidak boleh dimandikan dengan air, cukup dengan pasir zeolit atau pasir wangi yang banyak dijual di petshop atau toko hamster. Sesekali hamster boleh dimandikan dengan air hangat² kuku & menggunakan shampo atau sabun bayi & harus langsung dikeringkan dengan handuk atau bila perlu menggunakan hair dryer tapi jangan terlalu panas.
  4. Hamster lebih tahan & senang berada di cuaca dingin daripada panas. Selain itu berdasarkan pengalaman, jika hamster dipelihara pada daerah cuaca panas akan melahirkan bayi hamster yang jumlahnya sedikit & bahkan bisa membunuh bayi & induk hamster itu sendiri.
  5. Gunakan serbuk kayu yang tidak mengandung zat berbahaya atau pasir zeolit halus (khususnya untuk hamster berbulu panjang, seperti hamster Syrian Longhaired) sebagai alas kandang hamster. Saran sih menggunakan serutan/serbuk kayu Pinus atau Jati Belanda, karena kedua jenis kayu tsb. sangat baik & sangat tinggi daya serap air kencing hamster sehingga kandang hamster tetap kering & tidak basah.
  6. Penyakit yang umum menyerang hamster adalah Scabies atau kutu yang gejalanya munculnya ruam-ruam kasar & kerak disekitar daerah telinga. Penyakit ini agak susah disembuhkan, bahkan bisa mengakibatkan kematian.
  7. Ketika hamster betina melahirkan, kandang harus ditutup rapat untuk menghindari stress pada induk hamster yang menyebabkan induk hamster memakan bayi²nya. Selain itu, pemberian makan bagi induk hamster juga harus terpenuhi atau bahkan porsinya lebih dari pemberian porsi makan biasanya.
  8. Hamster biasanya mulai kawin pada saat berumur sekitar 2,5-3 bulan. Pada awalnya hamster akan melahirkan 5-6 anak. Tetapi pada kelahiran yang kedua & seterusnya, hamster bisa melahirkan sebanyak 7-9 anak. Umumnya hamster dapat melahirkan paling cepat 3 bulan sekali & minimal bisa melahirkan hingga 8 kali atau lebih.
  9. Hamster umumnya bisa bertahan hidup hingga sekitar 2-3 tahun.
  10. Usahakan bayi hamster yang baru lahir hingga mata bayi terbuka (umur sekitar 2-3 minggu) jangan dipegang secara langsung menggunakan tangan. Sebab jika induknya stress & mencium bau tangan pada bayinya, induk hamster akan memakan bayi yang terkena tangan tsb.
  11. Jangan memberi makan coklat pada hamster, karena coklat tidak cocok bagi pencernaan hamster. Hal ini juga berlaku bagi hewan peliharaan lainnya.
  12. Jangan menaruh benda² atau sesuatu yang berbahaya & beracun dalam kandang hamster, mengingat sifat hamster yang suka mengerat & makan segalanya (omnivora).
  13. Usahakan memelihara hamster dalam kandang berjeruji agar sirkulasi udara lancar & tidak cepat berbau, dibandingkan memelihara dalam suatu kotak atau akuarium / terarium.
Cara membedakan jenis hamster betina & jantan, dapat dilihat pada gambar dibawah ini...


Jantan : terdapat tonjolan (penis) & jaraknya agak jauh dari anus.
Betina : memiliki lubang yang jaraknya agak dekat dengan anus.

Kayaknya cukup sekian dulu deh sekilas tentang hamsternya..."̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ "̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ "̮‎​‎


0 comments:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...